Skip to Content

Otomotif Blog

Informasi Seputar Dunia Otomotif

Cara Mengetahui Keadaan Mesin Motor Berdasarkan Busi

Cara Mengetahui Keadaan Mesin Motor Berdasarkan Busi

Closed
by May 25, 2016 Tips

Busi pada kendaraan bermotor berfungsi untuk membakar campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam ruang bakar, kemudian menghantarkan panas keluar dari ruang pembakaran, dan juga berfungsi sebagai indikator pembakaran pada kendaraan bermotor. Dari fungsi indikator inilah, biasanya Busi digunakan untuk mendeteksi keadaan mesin motor.

keadaan mesin bisa dilihat pada bagian kepala busi dan keramik elektroda. warna, kerak yang menempel pada kepala busi dan keramik elektroda dapat mengindikasikan kondisi pengapian serta pembakaran di ruang bakar/Silinder. Lantas bagaimana Cara Mengetahui Keadaan Mesin Motor Berdasarkan Busi? simak penjelasan berikut.

 

Apabila keramik elektroda berwarna coklat keabu-abuan. kemudian di sekitar kepala busi tidak ada kerak.maka sistem pengapian dan pembakaran diruang bakar mesin dianggap sempurna.

 

Jika Warna tidak terlalu hitam dan kering menutupi insulator dan elektroda Busi dapat diartikan bahwa campuran udara di karburator terlalu banyak. bisa juga karena waktu pengapian yang tidak tepat/ terlambat dan salah dalam penggunaan tipe busi. Busi jenis dingin bisa cepat melepaskan panas, sedangkan Busi jenis panas dapat mengumpulkan dan menahan panas agar suhu percikan bunga api stabil.

 

Warna kecoklatan dan agak mengkilap menonjol di bagian insulator atau terjadi penumpukkan arang. Kondisi ini disebabkan karena mesin terlalu sering membawa beban berat, bisa juga karena sering melakukan akselerasi kemudian gas langsung diturunkan secara spontan. Namun biasanya penyebab utamanya yaitu motor sering mengkonsumsi bahan bakar dengan oktan tinggi.

 

Ini menandakan pemantik bunga api kerap kali menerima panas berlebih, sehingga elektroda busi menjadi terbakar. Kondisi busi seperti ini biasanya terdapat pada motor yang digunakan di kota besar yang lalu lintasnya padat. Atau mesinnya sering digeber. Bisa jadi, gejala ini terjadi karena waktu pengapian terlalu maju serta pemilihan tipe busi jenis panas. Bisa juga karena adanya detonasi lantaran menggunakan bahan bakar oktan rendah dan terjadi penumpukkan kerak. Kondisi seperti ini diakibatkan pengaturan pengapian yang tidak tepat. Bisa juga karena oktan bahan bakar terlalu tinggi dan motor digeber dengan kecepatan tinggi, sehingga suhu di ruang bakar menjadi panas atau overheating. akibatnya elektroda busi menjadi meleleh dan patah.

 

Kemudian untuk motor 2-Tak, kondisi seperti ini terjadi akibat campuran oli samping terlalu kaya atau bisa juga seal oli bocor. Sedangkan untuk motor 4-tak, penyebabnya adalah pada seal katup atau katup mengalami kebocoran sehingga oli mesin ikut masuk ke ruang bakar saat terjadi proses pembakaran. Kondisi ini juga dapat terjadi karena liner silinder tergores, atau ring piston yang sudah longgar/aus atau patah.

 

Previous
Next